Jaminan uang kembali, kami memberikan harga yang bersaing, Lanjut Baca

Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajra Sandhi

Ditulis Oleh Bali Tour Pada December 2, 2012

Bajra Sandhi adalah nama sebuah monumen yang terkenal dan sekaligus sebuah museum di ibukota Provinsi Bali, Denpasar. Monumen ini adalah sebuah peringatan atas perjuangan rakyat Bali melawan penjajahan Belanda. Monumen ini terletak persis di Jalan Raya Puputan Niti Mandala Renon, di depan kantor Gubernur Bali. Monumen Perjuangan Bali mulai dibangun di pusat kota Denpasar sejak tahun 1988 dan dibuka pada tahun 2003. Seperti namanya, monumen ini menyimpan kenangan dari kegigihan pejuang kemerdekaan Bali sejak masa kerajaan hingga saat memperjuangkan dan menjaga kemerdekaan di era modern.

Prof Dr Ida Bagus MantraGagasan dari pembangunan monumen ini dicetuskan oleh Dr. Ida Bagus Mantra pada tahun 1980 saat beliau menjabat sebagai Gubernur Bali. Di masa itu, ia memperoleh gagasan untuk membuat suatu tempat khusus dimana rakyat dapat mengenang perjuangan gigih rakyat Bali saat mengusir penjajahan Belanda dari pulau tercinta ini. Untuk itu, sebuah kompetisi rancangan monumen diselenggarakan untuk memilih arsitektur terbaik pada tahun 1981. Kompetisi tersebut dimenangkan oleh seorang Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Udayana bernama Ida Bagus Yadnya. Seteah itu, pada tahun 1981, pembangunan tersebut dilaksanakan dan memakan waktu selama 13 tahun. Pada tahun 2001, Pembangunannya pun rampung dan di tahun selanjutnya, sebuah diorama dan tata lingkungan ditambahkan pada museum tersebut. Pada bulan September 2002, Dekrit Gubernur Bali tentang pengelolaan monumen diimplementasikan. Dan pada bulan Juni 2003, monumen tersebut diresmikan oleh Ibu Presiden Megawati Sekarnoputri. Lalu akhirnya, pada 1 Agustus 2004, Monumen Perjuangan Rakyat Bali dibuka untuk umum.

Monumen yang terletak di tengah-tengah lapangan puputan Niti Mandala Renon ini telah menarik banyak wisatawan. Kawasan yang ditata dengan baik serta arsitektural yang hebat mencerminkan kekuatan dan juga sisi artistik yang dimiliki rakyat Bali. Monumen ini juga memiliki letak yang strategis karena ditempatkan di depan Gedung Gubernur Bali dan Gedung DPRD. Area ini dulunya adalah lokasi perang kemerdekaan antara Pejuang Kemerdekaan Bali melawan Pasukan Belanda. Perang ini terkenal dengan perang puputan yang berarti perang habis-habisan hingga tetes darah terakhir. Monument ini dibangun sebagai tanda jasa untuk menghormati pahlawan perang kemerdekaan yang berjuang demi kemerdekaan Indonesia.

monumen perjuangan rakyat bali bajra sandhiMonumen ini berdiri di atas lahan seluas 138.830 meter persegi dengan luas bangunan utama sekitar 4.900 meter persegi. Pengunjung dewasa harus membayar tiket masuk seharga Rp. 2.000 untuk memasuki gedung, sedangkan anak-anak hanya dipunguti biaya seribu rupiah; sungguh harga yang sangat murah. Saat anda memasuki bangunan ini, anda akan melihat banyak hal menarik. Interior gedung ini sama bagusnya dengan eksteriornya. Koleksi museum ini memuat lebih dari 17 diorama berbeda tentang perjuangan rakyat Bali mengusir penjajahan Belanda oleh para pejuang kemerdekaan. Beberapa dari diorama tersebut mengisahkan kisah kepahlawanan Bali seperti kisah perang Jagaraga di Buleleng, Perang puputan Badung, dan perang Puputan Klungkung. Tidak hanya itu, beberapa diorama juga mengisahkan sepak terjang rakyat Bali saat melindungi kemerdekaan nasional setelah proklamasi Indonesia pada tahun 1945. Misalnya, perang di Pelabuhan Buleleng, Pelang di Selat Bali, sampai perang Puputan Margarana yang terkenal di bawah pimpinan Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai.

Disamping Diorama tersebut, ada beberapa lukisan diri para pejuang seperti lukisan I Gusti Ngurah Rai dengan pasukan beliau yang disebut Ciung Wanara. Di Dalam Monumen ini juga terdapat arsip sejarah, buku-buku, hingga toko masakan Bali, dan toko kerajinan Bali. Pengunjung juga dapat naik ke puncak menara Bajra Sandhi untuk melihat panorama yang luar biasa dari bangunan sekitar. Dari atas sini, terlihat jelas pemandangan kota Denpasar dan aktivitasnya di lapangan Renon. Arsitektural bangunan yang hebat ini juga merupakan tempat dan objek yang bagus untuk mengambil foto.

denpasar hotel

Untuk mengunjungi monumen bersejarah ini, anda dapat dengan mudah menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum karena letaknya yang strategis di jantung kota. Mungkin membutuhkan waktu sekitar 30 menit jika anda berangkat dari Bandara Ngurah Rai yang berjarak sekitar 13 kilometer menuju monumen. Jika dari arah Kuta, anda mungkin membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Monumen ini terbuka setiap hari untuk umum dari hari Senin hingga Jumat pukul 08:00 hingga 17:00. Sedangkan pada akhir pekan, monumen ini buka dari jam 9:30 sampai pukul 17:00.

Berita lainnya tentang Indonesia :

Komentar tentang artikel ini :