Jaminan uang kembali, kami memberikan harga yang bersaing, Lanjut Baca

Jalan Tol & Underpass – Solusi Mengatasi Kemacetan Daerah Wisata Bali

Ditulis Oleh Bali Tour Pada August 26, 2013

jalan tol baliBerbicara tentang keunikan, keindahan dan prestasi Bali tidak akan pernah habis-habisnya untuk dibahas. Tapi kali ini yang akan dibahas bukan keunikan budayanya, bukan keindahan alamnya, bukan keunggulan pariwisatanya, bukan juga prestasi siswa-siswinya tetapi mengenai infrastruktur jalan tol yang menghubungkan Benoa, Kawasan Bandara Ngurah Rai, dan Nusa Dua yang telah resmikan bulan Juli 2013 yang lalu. Jalan tol ini merupakan jalan tol pertama yang dibangun di Bali. Selain itu, jalan ini juga melintas di atas perairan selatan Bali dengan pemandangan nan indah.

Jalan tol yang belum memiliki nama resmi ini memiliki panjang 12,7 km yang 10 km bagiannya berada di atas laut. Jembatan tol ini akan menjadi yang pertama dan terpanjang di Indonesia serta hampir menyamai Penang Bridge di Malaysia yang memiliki panjang 13,5 km dan Union Bridge di Kanada dengan panjang 12,9 km. Selain itu, jalan tol ini juga akan menjadi jalan tol kedua di Indonesia yang menyediakan jalur khusus sepeda motor. Diharapkan, dengan pembangunan jalan tol ini, kemacetan di jalur Benoa hingga Nusa Dua dapat diatasi terutama pada saat jam-jam tertentu dan hari libur.

Kini setelah diresmikan dan diuji kelayakan, jalan tol yang untuk sementara disebut konstruksi JDP (Jalan Di Atas Perariran) atau Tol Bali ini sedang mengalami tahap finishing. Saat ini pihak kontraktor sedang melengkapi jalan tol ini dengan pemasangan rambu lalu lintas, pintu tol, marka, lampu penerangan, dan lain sebagainya.

Usulan Nama untuk Jalan Tol

pembangunan jalan tol dibali nusa duaBeberapa kalangan memang sempat mengusulkan beberapa buah nama untuk jalan tol pertama di Bali ini. Akademisi Universitas Udayana Prof I Nyoman Darma Putra mengusulkan agar jalan tol ini dinamai dengan nama seniman I Wayan Lotring (1898-1983).

Menurutnya, alasan mengabadikan nama Lotring sebagai nama jalan itu adalah karena Lotring adalah mahaguru tari dan tabuh Bali yang berjasa dalam pengembanga seni budaya Bali. Lotring adalah seorang seniman yang berasal dari Kuta, Badung, Ia merupakan seniman besar Bali yang tak hanya banyak mendidik seniman local, tapi juga seniman luar negeri. Sebagai contoh adalah ahli musik etnik asal Kanada, Collin McPhee, yang dulu sempat menimba ilmu dari Lotring,
Nama lain yang sempat diajukan untuk nama jalan tol Bali itu adalah Jalan Soekarno-Hatta, Jalan I Gusti Ngurah Rai, I Gusti Patih Jelantik, atau I Gusti Nyoman lempad (pelukis besar Bali abad ke-20), hingga nama gubernur Bali saat ini Made Mangku Pastika. Namun, sepertinya penentuan nama dari jalan tol ini sudah hampir pasti diperkecil menjadi dua pilihan saja, yaitu Soekarno-Hatta atau Bali Mandara. Rencananya, pembukaan perdana jalan tol ini akan dilakukan bertepatan dengan HUT Provinsi Bali dan Hari Raya Pagerwesi yaitu pada tanggal 14 Agustus 2013.

nusa dua hotel bali

Yang membanggakan dari pembangunan jalan tol ini adalah desain dan konstruksinya seluruhnya dikerjakan oleh putra putri terbaik tanah air. Selain itu proses pembangunannya juga melibatkan sekitar 3.000 pekerja asal Indonesia. Selain itu, investasi jalan tol tersebut didapatkan dari 30% dana internal perusahaan dan 70% didapatkan dari pinjaman sindikasi perbankan dalam negeri. Hal ini cukup membanggakan mengingat pembangunan megastruktur lain seperti misalnya jembatan Suramadu pun dibiayai oleh pinjaman luar negeri.

Underpass Simpang Dewa Ruci

underpass dewa ruci simpang siur baliUnderpass atau jalur bawah tanah, merupakan salah satu langkah lain yang dilakukan pemerintah Bali untuk mengurangi kemacetan di Bali yang semakin parah. Underpass Simpang Dewa Ruci terdiri atas dua arah yaitu dari selatan ke utara (dari Bandara Ngurah Rai ke arah Sunset Road) dan dari utara (dari Sunset Road ke arah Bandara Ngurah Rai). Memang kawasan ini sering dilanda kemacetan parah akibat banyaknya kendaraan yang melintas menuju dan keluar wilayah Kuta.

Nilai proyek pembangunan underpass diperkirakan mencapai Rp 136,19 miliar. Yang patut diacungi jempol adalah pembangunannya tetap memperhatikan kearifan lokal dan lingkungan. Dalam pembangunan Underpass Simpang Dewaruci keberadaan patung Dewaruci tetap dijaga agar tidak bergeser dan dalam kondisi tetap. Underpass ini sudah mulai dioperasikan sejak bulan Mei 2013.

Pembangunan jalan tol dan underpass ini diharapkan akan membuka akses lebih luas dan mengurangi kemacetan yang sering terjadi di kawasan selatan Bali yang merupakan tujuan wisata favorit. Selain itu, kedua infrastruktur ini juga dibangun dalam rangka menyambut KTT APEC di bulan Oktober 2013. Namun, yang paling penting diharapkan tentu saja adalah efek positif yang diberikan pada Bali dalam jangka panjang dan secara keseluruhan, agar pariwisata di Bali tetap lancar.

Berita lainnya tentang Indonesia :

Komentar tentang artikel ini :