Jaminan uang kembali, kami memberikan harga yang bersaing, Lanjut Baca

Gedong Kirtya, Satu-satunya Museum Naskah Bali Kuno

Ditulis Oleh Bali Tour Pada November 16, 2012

museum gedong kirtya bulelengPernahkan anda membayangkan kenapa budaya Bali dapat lestari dari generasi ke genarsi? Apakah berbagai macam upacara, tradisi, dan kepercayaan di Bali memiliki landasan dasar? Bagaimanakah sebenarnya cara masyarakat Bali mengetahui tata cara sebuah upacara adat dengan detail yang sebegitu rumit? Pastilah mereka memiliki suatu buku pedoman bukan?

Jawaban dari semua pertanyaan tersebut berhubungan dengan pelestarian peningglan para leluhur masyarakat Bali. Ketika dunia sedang beralih ke era teknologi moderen, Bali tetap menjaga warisan pendahulunya dengan melanjutkan tradisi dan dokumentasi. Tempat yang paling dikenal sebagai tempat pelestarian dokumen Bali kuno adalah Museum Gedong Kirtya. Museum ini adalah surga literatur, sejarah, dan filosofi khas Bali.

Museum Gedong Kirtya terletak di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng. Lokasi persisnya terletak di dalam area gedung Sasana Budaya dekat Puri Agung (istana kuno kerajaan Buleleng). Museum ini didirikan pada tahun 1982 pada saat zaman penjajahan Belanda. Museum ini sudah diakui secara international sebagai salah satu museum naskah kuno. Selain itu, dikatakan pula bahwa Gedong merupakan museum yang berjenis seperti ini. Banyak pengunjung dari mancanegara datang ke museum ini untuk melakukan penelitian, pengamatan, serta tujuan-tujuan lainnya. Para pengunjung museum ini ada yang rutin datang ke sini dan ada pula yang datang setiap 6 bulan sekali atau pada saat libur sekolah.

Museum ini mengumpulkan, menduplikasi, dan menyimpan banyak naskah-naskah dalam berbagai bentuk seperti tulisan pada lempengan logam, book, dan lontar. Isi dari naskah-naskah tersebut bervariasi dari yang paling umum dan biasa sampai yang paling sakral. Peraturan dan perundangan desa adat juga dapat ditemukan diantara naskah-naskah yang beberapa diantaranya sudah disusun sejak beradabad-abad yang lalu. Kebanyakan naskah yang ada disimpan di Gedong Kirtya Museum berbentuk lontar.

Lontar adalah jenis dokumen kuno Bali yang sebenarnya adalah nama daun palem yang dikeringkan dan difungsikan seperti buku pada zaman dahulu. Lontar ditulisi dengan huruf Bali menggunakan pisau khusus. Ada banyak jenis dari lontar yang diantaranya berisi tentang ilmu pengobatan tradisional Bali, seni arsitektur Bali, sistem kalender Bali, sejarah, epik, cerita, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, naskah-naskah tersebut menjadi landasan dari adat istiadat, upacara keagamaan, dan bahkan keyakinan di Bali. Sayangnya sekarang tidak banyak masyarakat Bali yang bisa membaca tulisan-tulisan lontar sehingga isi dari naskah kuno itu diterjemahkan ke media-media lain yang mempergunakan huruf latin seperti pada kalender atau buku.

kantor gedong kirtya buleleng

koleksi lontar gedong kirtya singaraja

Namun, penerjemahan serta perubahan media pengantar kadang sudah dipengaruhi oleh persepsi individu. Selain itu, faktanya tidak ada yang bisa menggantikan secara sempurna dokumen yang asli. Penilaian serta peninjauan dari isi hasil terjemahan selalu mutlak diperlukan untuk menjamin kebenaran serta sebisa mungkin kesamaan dengan dokumen yang asli. Itulah sebabnya kenapa Museum Gedong Kirtya tetap menjaga dan menyimpan naskah-naskah asli serta berupaya mencetak ulang naskah yang fisiknya telah rusak.

Informasi dan ilmu yang diukir di atas lontar dan dokumen kuno lainnya adalah harta yang tak ternilai harganya. Oleh karena itu, untuk membuat informasi tersebut mudah dimengerti dan terjangkau oleh masyarakat, sebuah proyek yang dipimpin oleh Ron Jenkins yang bekerjasama dengan sarjana-sarjana Bali, I Nyoman Catra, Dewa Made Dharmawan, dan juga Elizabeth Ridolfo (dari Internet Archive Foundation) diluncurkan pada tahun 2011. Idenya adalah untuk menyimpan, menjaga, dan menyebarkan kekayaan dari literatur Bali ini pada seluruh dunia. Dengan proyek ini diharapkan orang dari negara manapun dapat mengakses serta mengerti isi dari naskah-naskah tersebut. Proyek ini dimulai dengan mengambil foto dari setiap lembar halaman lontar lalu kemudian mengunggahnya ke server internet. Selain itu, isi dari naskah yang biasanya ditulis dalam bahasa Kawi, Bali Kuno, ataupun Sansekerta juga diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa lain seperti Bahasa Bali, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Proyek ini diyakini sebagai sebuah batu lompatan untuk memperkenalkan literatur Bali kepada dunia.

Apakah anda tertarik untuk mengunjungi museum ini? Dari Pantai Lovina, museum ini berjarak sekitar 11 kilometer. Jangan khawatir jika anda tidak dapat membaca naskah-naskah ini. Para pemandu museum yang akan dengan senang hati membantu anda utuk menjelaskan berbagai macam informasi seperti sejarah, tujuan, maupun hal-hal lain yang berhubungan dengan museum dan isinya.

Jika anda berangkat dari Denpasar, anda dapat mengunjungi beberapa tempat wisata menarik di sepanjang perjalanan seperti Air Terjun Git-Git, Bedugul, Danau Buyan, serta Danau Tamblingan. Selain itu, ketika anda sampai di kawasan Bali Utara, bermacam objek wisata lain kembali menanti untuk dikunjungi contohnya Air Terjun Sing-sing, Pantai Lovina, dan masih banyak lagi. Namun jangan sampai anda melewatkan Museum Gedong Kirtya yang merupakan museum lontar satu-satunya di dunia.

singaraja hotel

Alamat dan Jam Buka

Gedong Kirtya
Jalan Veteran,
Singaraja – Bali

Senin Sampai Kamis 07.30-03.30,
Jumat 07.00-12.30,
Sabut, Minggu Dan Hari Libur Nasional tutup

Google Map

Berita lainnya tentang Indonesia :

Komentar tentang artikel ini :